Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

IC (Integrated Circuit) - Pengertian, Cara Kerja, Jenis, dan Fungsi

Integrated Circuit (IC) adalah sebuah komponen elektronika aktif yang terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan transistor, dioda, kapasitor, dan resistor yang diintegrasikan sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan komponen elektronika yang berukuran kecil. IC juga disebut sebagai Microelectronic Circuit, Microchip, atau Chip. Dalam Bahasa Indonesia, IC (Integrated Circuit) dapat diartikan sebagai Sirkuit Terpadu.

Simbol IC (Integrated Circuit)

Bahan utama untuk membuat suatu IC adalah semikonduktor dan silikon yang merupakan jenis bahan semikonduktor paling banyak untuk digunakan. Pada saat ini, IC sudah banyak digunakan di berbagai peralatan elektronik, seperti jam tangan, radar, komputer, televisi, perangkat logika, prosesor, pemutar video, perangkat memori, dan sebagainya. Selain itu, kendaraan pun juga tidak luput dari penggunaan IC.

Sejarah Penemuan IC (Integrated Circuit)

Sejarah dari integrated circuit tidak bisa terlepas dari penemuan yang sangat fenomenal, yaitu transistor yang dipelopori oleh William B. Shockley dan timnya (termasuk John Bardeen dan Walter H. Brattain) di Bell Laboratories American Telephone and Telegraph Company. Pada intinya, mereka para insinyur hebat tersebut menemukan bahwa aliran elektron dapat dikontrol dengan kristal semikonduktor. Dengan demikian, penggunaan tabung vakum dapat digantikan dengan bahan yang solid-state (padat), dan tentu saja memiliki banyak keuntungan, seperti lebih kokoh, mudah digunakan, lebih andal, lebih kecil, dan lebih murah. Penamaan transistor sendiri didasari dari kombinasi kata transfer dan resistor.

Setelah penemuan transistor, para insinyur mulai mengembangkan untuk membuat komponen lainnya, seperti resistor dan kapasitor menjadi ukuran yang lebih kecil lagi. Setelah berhasil, masih terdapat sebuah masalah, di mana bagian terbesar dari suatu rangkaian adalah kabel masih memakan banyak tempat di suatu perangkat.

Akhirnya, pada tahun 1958 Jack Kilby dari Texas Instruments, Inc., dan Robert Noyce dari Fairchild Semiconductor Corporation secara independen memikirkan cara untuk mengurangi ukuran sirkuit lebih kecil. Mereka membuat jalur logam yang sangat tipis (biasanya berbahan aluminium atau tembaga) langsung di atas bahan yang sama dengan perangkat mereka. Jalur kecil ini bertindak seperti layaknya kabel. 

Dengan menggunakan teknik ini, seluruh rangkaian dapat diintegrasikan pada satu bagian material padat, dan sirkuit terpadu (Intergrated Circuit) pun dapat dibuat. Walaupun ukurannya kecil suatu IC berukuran sebesar kacang polong dapat berisi ratusan ribu transistor individu. Penemuan IC ini membuat teknologi Era Informasi menjadi lebih maju dan lebih layak.

Cara Kerja IC (Integrated Circuit)

Cara kerja IC adalah menerima masukkan berupa logika dan mengeluarkannya berupa sinyal keluaran logic. Sel logika ini dapat diimplementasikan secara elektronis dengan menggunakan dioda atau transistor. Namun, dapat pula dibangun menggunakan susunan komponen yang memanfaatkan sifat-sifat elektromagnetik (relay). Pada setiap sel logika umumnya mempunyai beberapa jumlah masukan, biasanya berkisar 2 hingga 10 masukan. Walau begitu, ada juga sel-sel logika yang mempunyai keluaran yang berjumlah 1 atau 2, tergantung dari jenis fungsinya.

Baca Juga: Transistor: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja

Jenis-jenis IC (Integrated Circuit)

Terdapat dua jenis utama IC, yaitu digital dan analog. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. IC Digital

Integrated Circuit Digital adalah sebuah IC yang dirancang untuk hanya menerima tegangan dengan nilai tertentu yang diberikan. Cara kerjanya hanya menggunakan dua keadaan, yaitu 1 dan 0 yang mewakili on dan off (benar dan salah). Oleh karena itu, sering disebut sebagai sirkuit biner. Selain itu, sirkuit ini lebih mudah untuk dirancang dan ekonomis.

2. IC Analog

Sirkuit analog atau linier adalah sebuah IC yang memiliki input dan output kedua sinyalnya kontinu. Level sinyal keluaran tergantung pada level sinyal input dan level sinyal output adalah fungsi linier dari level sinyal input. Pada umumnya IC analog terhubung ke perangkat yang mengumpulkan sinyal dari lingkungan atau mengirim sinyal kembali ke lingkungan. contohnya, seperti mikrofon yang mengubah suara menjadi sinyal listrik dengan tegangan yang bervariasi. Kemudian, IC analog memodifikasi sinyal, seperti memperkuatnya atau memfilternya dari derau yang tidak diinginkan. Selanjutnya, sinyal tersebut dapat diumpankan ke pengeras suara, seperti speaker.

Fungsi IC (Integrated Circuit)

Walaupun sama-sama IC, kedua jenis tersebut digital dan analog tentu saja memiliki fungsi yang berbeda. Berikut adalah fungsi dari IC digital dan analog.

1. Fungsi IC Digital

  • Memory
  • Flip-flop
  • Timer
  • Counter
  • Microprocessor
  • Microcontroller
  • Multiplexer
  • Calculator
  • Gerbang Logika 
  • Clock

2. Fungsi IC Linear

  • Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)
  • Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)
  • Penguat RF dan IF 
  • Penguat Daya 
  • Penguat Sinyal 
  • Voltage Comparator
  • Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)
  • Regulator Tegangan (Voltage Regulator)
  • Multiplier