Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung Kebutuhan PLTS Skala Rumahan | Panel Surya

Panel suya indonesia

PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) saat ini sudah mulai digemari di berbagai kalangan. Selain bisa menghemat pengeluaran karena mengurangi pembayaran ke PLN, tetapi juga bisa menjaga lingkungan karena menggunakan energi yang terbarukan.

Apabila Anda saat ini sedang ingin merencanakan pemasangan PLTS, ada baiknya mengkalkulasi terlebih dahulu supaya memudahkan ketika sudah mulai membeli keperluan nanti. Jangan sampai asal membeli keperluan PLTS yang berakibat pemborosan karena membeli suatu barang yang ternyata tidak perlu.

Ok, langsung saja. Berikut adalah cara menghitung kebutuhan PLTS skala rumahan.

1. Membuat Pendataan Daya Listrik

tabel kebutuhan daya listrik rumahan

Tabel di atas adalah contoh pendataan daya listrik yang digunakan setiap harinya. Dari tabel di atas, dapat diketahui jika total penggunaan daya listrik setiap harinya sebesar 4.260 Watt.

Namun, yang perlu diingat. Bahwa energi listrik yang dihasilkan PLTS ini tidak 100% dapat digunakan. Karena selama masa transmisi dari panel surya hingga pada akhirnya ke beban (alat elektronik), terdapat hingga 40% energi listrik yang hilang.

Maka dari itu, perlu adanya penambahan 40% daya listrik dari total daya yang digunakan. Jadi, secara matematika dapat ditulis seperti berikut:

Total daya = Daya rumah : (100% – 40% )
                    = 4.260 Watt : 60%
                    = 7.100 Watt

Jadi, total dayanya sebesar 7.100 Watt.

2. Menentukan Kebutuhan Panel Surya

Untuk menentukan banyaknya panel surya yang dibutuhkan, penting untuk mengetahui apa itu Watt Peak (WP). Jadi, Watt Peak adalah besarnya atau optimalnya nominal Watt tertinggi yang dapat dihasilkan dari sebuah panel surya.

Di Indonesia, proses photovoltaic optimalnya hanya berlangsung 5 jam saja, sehingga untuk menghitung banyaknya panel surya yang digunakan, dapat dengan cara berikut:

Panel Surya = Total Daya : Waktu Optimal
                      = 7.100 Watt : 5 Jam
                      = 1.420 Watt Peak

Jadi, untuk mendapatkan daya yang diinginkan, perlu menggunakan panel surya 1.420 Watt Peak. Namun, karena panel surya yang dijual di pasaran umumnya hanya 50 WP dan 100 WP, maka diambil saja yang 100 WP, supaya lebih ringkas. Sehingga:

1.420 WP : 100 WP = 14,2 pcs
                                   = 15 pcs (dibulatkan)

Jadi, total panel surya yang dibutuhkan sebanyak 15 pcs.

3. Menentukan Penggunaan Beterai

Pada siang hari, baterai selain digunakan langsung, tetapi juga melakukan pengisian dari panel surya, sehingga pada malam hari tetap bisa menggunakan energi listrik tanpa harus menggunakan jaringan listrik PLN.

Namun, energi listrik pada baterai tidak 100% dapat digunakan. Karena pada saat di inverter potensi kehilangan energinya bisa sebesar 5%, sehingga perlu adanya cadangan 5% yang harus ditambah.

Cadangan = Daya Rumah : (100% – 5%)
                   = 4.260 Watt : 95%
                   = 4.484 Watt

Jadi, acuan daya listrik yang digunakan untuk menentukan baterai adalah 4.484 Watt.

Selanjunya, memilih spesifikasi baterai yang tepat. Di pasaran juga dijual berbagai jenis spesifaksi baterai. Di sini ambil saja misalnya 12 V 100 Ah. Kemudian, hitung kembali jumlah baterai yang akan digunakan.

Jumlah baterai = Daya Listrik : Kapasitas Baterai
                            = 4.484 Watt : (12 V x 100 Ah)
                            = 4.484 Watt : 1.200 Watt
                            = 3,7 Watt
                            = 4 pcs (dibulatkan)

Tetapi ini juga belum selesai. Ingat. Penggunaan baterai tidak bolah sampai habis karena membuat baterai cepat rusak. Gunakan setengahnya saja atau setara 50% saja.

Jadi, hasil perhitungan di atas dikalikan 2, supaya mendapat hasil yang maksimal. Maka 4 x 2 = 8 pcs. Sehingga untuk kebutuhan beterainya sebanyak 8 pcs.

4. Menentukan Inverter

Inverter adalah alat yang berguna mengubah arus DC (searah) menjadi arus AC (bolak-balik). Untuk menentukan inverter, asumsikan jika semua alat menyala bersamaan, maka dari data sebelumnya sudah didapat 805 Watt. Jadi,  pilihlah inverter yang outputnya lebih dari 805 Watt. Sebagai contoh, bisa dipilih inverter dengan output 1000 Watt atau setara 1 kW.

5. Menentukan Sollar Charge Controler

Sebelum menentukan SCC (Sollar Charge Controler) pahami dahulu spesifikasi pada panel surya. Biasanya, pada panel surya tertulis kode seperti berikut:

  • Pm = 100 WP
  • Vm = 18 VDC
  • Voc = 21,25 A
  • Imp = 5,8 A
  • Isc = 6 A

Kemudian, perhatikan Isc (short circuit current). Selanjutnya, kalikan Isc dengan jumlah panel surya.

Daya SCC = Isc x Jumlah Panel Surya
                   = 6 x 15 pcs
                   = 90 A

Jadi, minimal SCC memiliki daya 90 A. Sebagai contoh, ambil saja SCC 100 A.

Kesimpulan

Untuk memasang PLTS dengan beban 4.260 Watt memerlukan perlengkapan sebagai berikut:

  • Panel surya = 15 pcs (100 WP)
  • Baterai = 8 pcs (12 V 100 Ah)
  • Inverter = 1000 Watt atau 1 Kw
  • Sollar Charge Controler = 100 A