Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Getaran | Fisika

Setiap benda padat, cair, dan gas dapat bergetar. Benda dikatakan bergetar apabila melakukan gerakan bolak-balik melalui sebuah titik seimbang. Benda yang melakukan getaran memiliki ciri-ciri sebagai berikut: memiliki amaplitudo (A), memiliki periode (T) dan memiliki frekuensi (f), untuk lebih memahami perhatikan contoh yang ada dibawah ini.


A. Getaran

1. Ayunan Sederhana (Ayunan Bandul)

Bandul yang digantung dengan tali statif. Kemudian, disampingkan dan dilepaskan akan berayun seperti gambar di atas.

  • 1 Getaran = A – B – C – B – A
  • 1 Periode = waktu untuk melakukan 1 kali getaran
  • 1 Amplitudo = A – B
  • 1 Getaran = 4 kali Amplitudo
  • ½ getaran = A – B – C
  • ¼ Getaran = A – B

Titik seimbangnya adalah pada posisi B, karena dilalui 2 kali dalam 1 getaran.

2. Pegas

Pegas yang diberi beban, kemudian disimpangkan dan dilepaskan akan membentuk pola getaran seperti gambar diatas.

  • 1 Getaran = D – E – F – E – D
  • 1 Periode = waktu untuk melakukan 1 kali getaran
  • 1 Amplitudo = D – E
  • 1 Getaran = 4 kali Amplitudo
  • ½ Getaran = D – E – F
  • ¼ Getaran = D – E

Titik seimbangnya adalah pada posisi E, karena dilalui 2 kali dalam 1 getaran.

3. Pelat Tipis

Pelat tipis ditegakkan. Kemudian, disimpangkan dan dilepaskan akan bergetar seperti gambar di atas.

  • 1 Getaran = X – Y – Z – Y – X
  • 1 Periode = waktu untuk melakukan 1 kali getaran
  • 1 Amplitudo = X – Y
  • 1 Getaran = 4 kali Amplitudo
  • ½ Getaran = X – Y – Z
  • ¼ Getaran = X – Y

Titik seimbangnya adalah pada posisi Y, karena dilalui 2 kali dalam 1 getaran.


B. Periode Getaran

Periode getaran adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran. Periode getaran dapat dihitung dengan rumus:


Keterangan:

  • T = periode atau waktu getar (detik)
  • t = waktu yang diperlukan bergetar (detik)
  • n = jumlah getaran

C. Frekuensi Getaran

Frekuensi getaran adalah banyaknya getaran yang terjadi dalam satu detik. Frekuensi getaran dapat dihitung menggunakan rumus:


Keterangan:

  • f = frekuensi getaran (Hertz)
  • t = waktu yang diperlukan bergetar (detik)
  • n = jumlah getaran
  • 1 Hertz = 1 kali getaran

Antara periode dan frekuensi memiliki hubungan matematis sebagai berikut:

atau

Periode berbanding terbalik dengan frekuensi. Artinya, apabila frekuensi getaran besar maka periodenya kecil. Begitu juga sebaliknya, jika frekuensi getarannya kecil maka periode getarannya besar.


Contoh soal

Soal no.1

Sebuah bandul bergetar 50 kali dalam waktu 10 detik. Hitunglah periodenya?

Penyelesaian!

Diketahui:
n = 50
t = 10 s

Ditanyakan: T = ?

Jawab:
T = t / n
   = 10 s / 50
   = 0,2 s

Jadi, periodenya sebesar 0,2 s.


Soal no.2

Sebuah pegas dalam waktu 40 detik bergetar 15 kali maka berapakah frekuensinya?

Penyelesaian!

Diketahui:
t = 40 s
n = 15

Ditanyakan: f = ?

Jawab:

f = n / t
  = 15 / 40 s
  = 0,375 Hz

Jadi, frekuensinya sebesar 0,375 Hz.


Soal no.3

Suatu benda bergetar 50 Hz. Hitunglah periodenya.

Penyelesaian!

Diketahui:
f = 50 Hz

Ditanyakan: T = ?

Jawab:

T = 1 / f
   = 1 / 50 Hz
   = 0,02 s

Jadi, periodenya sebesar 0,02 s.


Soal no.4

Sebuah bandul sederhana bergetar dengan periode 90 detik. Hitunglah frekuensinya.

Penyelesaian!

Diketahui:
T = 90 s

Ditanyakan: f = ?

Jawab:

f = 1 / T
  = 1 / 90 s
  = 0,011 Hz

Jadi, frekuensinya sebesar 0,011 Hz.