Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kincir Air: Pengertian, Cara Kerja, Pemanfaatan, dan Jenisnya

Kincir Air: Pengertian, Cara Kerja, Pemanfaatan, dan Jenisnya

Kincir air adalah alat yang memanfaatkan energi kinetik dari air yang mengalir atau air terjun untuk dijadikan energi mekanik (putaran/gerak). Kincir air sudah digunakan oleh manusia sejak dahulu kala, jauh sebelum adanya mesin internal combustion dan motor listrik. Untuk menggunakan kincir air, hal utama yang harus ada tentu saja aliran air. Semakin tercukupinya aliran air maka semakin baik pula untuk digunakan sebagai penggerak kincir.

Cara kerja kincir air juga cukup sederhana, yaitu energi kinetik dari derasnya aliran air, mengenai bilah atau sudu pada kincir. Kemudian, sudu kincir yang terkena aliran air akan bergerak menggerakkan kincir yang berputar pada porosnya. Kincir yang berputar merupakan energi mekanik. Selanjutnya, barulah energi mekanik atau putaran kincir tersebut dapat ditransmisikan untuk menggerakkan alat atau perangkat lainnya.

Untuk pemanfaatannya, kincir air dapat dimanfaatkan untuk beberapa keperluan, yaitu sebagai media mengangkat air untuk keperluan irigasi, sebagai penggerak penggilingan hasil dari pertanian, dan pembangkit listrik tenaga air. Namun, saat ini kincir air juga dapat digunakan sebagai objek wisata. Sudah banyak di daerah pedesaan yang membuat kincir air bukan untuk irigasi atau penggilingan, melainkan sebagai wisata.

Baca Juga: Manfaat dari Pembangkit Listrik Tenaga Air

Terdapat berbagai jenis dari kincir air, mulai dari bentuknya hingga penempatan kincir untuk mendapatkan aliran air. Semua jenis kincir tentu memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing, tetapi dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan membuat kincir berkembang juga, utamanya dalam hal efisiensinya. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan contoh dari beberapa jenis kincir air di bawah ini:

  • Kincir air vertical axis, pada jenis ini porosnya mengarah ke vertikal, tetapi kincir ini terbilang kuno dan kurang efisien. Cara kerjanya, semburan air diarahkan ke sudu-sudu. Kemudian, kincir berputar dan poros ikut berputar juga. Kincir air vertical axis umumnya juga tanpa roda gigi sehingga poros vertikal kincir air langsung menjadi poros penggerak gilingan atau alat lainnya.
  • Kincir air stream shot adalah kincir air yang dipasang secara vertikal, tetapi porosnya horizontal. Kincir air ini diputar oleh aliran air yang mengenai sudu atau bilah di bagian bawahnya (tergenang/tercelup). Ini adalah jenis yang tertua dari dari kincir air sumbu atau poros horizontal, dan dikenal sebagai kincir permukaan bebas karena air tidak dibatasi oleh millraces atau lubang. Efisiensi dari kincir ini juga baik.
  • Kincir air undershot adalah kincir air yang dipasang secara vertikal dengan poros horizontal yang diputar oleh air dari bendungan rendah yang menabrak kincir di bagian bawah. Sebagian besar perolehan energi kincir berasal dari derasnya air. 
  • Kincir air breastshot memilki bilah berventilasi dengan lubang di samping untuk memungkinkan udara keluar saat air masuk. Selain itu, kincir ini juga memiliki penahan yang berguna untuk menahan air di bilah saat kincir bergerak ke bawah. Kincir air breastshot kurang efisien jika dibandingkan kincir air overshot dan backshot, tetapi kincir ini dapat menangani laju aliran tinggi dan aliran air volume tinggi yang stabil.
  • Kincir air overshot adalah kincir air yang dipasang secara vertikal yang diputar oleh air yang masuk ke bilah tepat melewati bagian atas kincir sehingga dikatakan overshot. Kincir air overshot khasnya memiliki aliran air yang disalurkan di bagian atas dan sedikit di luar poros. Desain kincir air overshot sangat efisien, dapat mencapai 90%, dan tidak memerlukan aliran cepat.
  • Kincir air backshot atau juga disebut pitchback adalah kincir air di mana aliran air dimasukkan tepat sebelum puncak kincir, atau kebalikan dari kincir air overshot. Keuntungan kincir ini, yaitu memiliki bagian bawah kincir bergerak/berputar ke arah yang sama dengan aliran air di tail race sehingga membuatnya lebih efisien. Hal Ini juga yang membuat kinerjanya lebih baik daripada kincir overshot dalam kondisi banjir ketika permukaan air dapat menenggelamkan bagian bawah kincir.