Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Susunan Pegas Secara Seri dan Pararel

Pernahkah kalian mengamati suspensi belakang sepeda motor? Biasanya, setelan suspensi sepeda motor menganut sistem monoshock atau dualshock. Alasan pemilihan sistem suspensi tersebut, tentu saja hanya ingin mendapatkan setelan suspensi yang nyaman dan setabil.

Berkaitan dengan setelan suspensi, dalam fisika juga dikenal istilah dengan susunan pegas secara seri dan pararel, atau bisa juga gabungan dari keduanya. Berikut adalah penjelasan tentang pegas yang tersusun secara seri dan pararel.


A. Susunan Pegas Secara Seri

Susunan Pegas Secara Seri adalah susunan pegas yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan konstata yang lebih kecil, sehingga pertambahan panjang pegas menjadi besar.

Perhatikan gambar di atas, dua buah pegas masing-masing dengan konstata k1 dan k2 disusun secara seri. Kemudian ditarik atau diberi beban dengan gaya F. Gaya yang bekerja pada pegas 1 (atas) sama dengan gaya yang bekerja pada pegas 2 (bawah). Artinya besarnya gaya pada beban, pegas 1, dan pegas 2 sama besarnya. Untuk mencari konstata penggantinya adalah sebagai berikut:

Keterangan:

  • ks = konstata pegas susunan seri (N/m)
  • k1 = konstata pegas 1 (N/m)
  • k2 = konstata pegas 2 (N/m)

Jika pegas yang tersusun lebih dari 2 maka selanjutnya + 1/k3 + 1/k4 dan seterusnya.


B. Susunan Pegas Secara Pararel

Susunan pegas secara pararel adalah susunan pegas yang dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan konstata yang lebih besar, sehingga pertambahan panjang pegas menjadi kecil.

Dari gambar di atas terdapat dua pegas yang tersusun pararel, dengan konstata masing-masing k1 dan k2. Kemudian diberi beban dengan gaya F, Pada gaya beban F ini terbagi menjadi dua, yaitu pada pegas 1 (kiri) sebesar F1 dan pegas 2 (kanan) sebesar F2, atau jika ditulis secara matematika F = F1 + F2 , sedangkan jika ingin mencari konstata pengganti pegas yang tersusun secara pararel adalah sebagai berikut:

Keterangan:

  • kp = konstata pegas susunan pararel (N/m)
  • k1 = konstata pegas 1 (N/m)
  • k2 = konstata pegas 2 (N/m)

Jika pegas yang tersusun lebih dari 2 maka selanjutnya + k3 + k4 dan seterusnya.


Contoh soal:

No.01

Dua buah pegas disusun secara seri dengan masing-masing konstatanya k1 = 300 N/m dan k2 = 400 N/m. Maka tentukanlah konstata pegas yang disusun secara seri tersebut!

Penyelesaian:

Diketahui:

  • k1 = 300 N/m
  • k2 = 400 N/m

Ditanyakan: ks = ?

Jawab:
1/ks = 1/k1 + 1/k2
1/ks = 1/300 + 1/400
1/ks = 4/1.200 + 3/1.200
1/ks = 7/1.200
    ks = 1.200/7
    ks = 171,43 N/m

Jadi, konstata pegas yang disusun secara seri tersebut adalah 171,43 N/m


No.02

Hitunglah konstata dari 3 buah pegas yang disusun secara pararel, jika masing-masing konstatanya k1 = 300 N/m, k2 = 400 N/m, dan k3 = 300 N/m.

Penyelesaian:

Diketahui:

  • k1 = 300 N/m
  • k2 = 400 N/m
  • k3 = 300 N/m

Ditanyakan: kp = ?

Jawab:
kp = k1 + k2 + k3
kp = 300 + 400 + 300
kp = 1.000 N/m

Jadi, konstata pegas yang disusun secara pararel tersebut adalah 171,43 N/m.