Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Energi Potensial Pegas dan Contoh Soalnya

Pada setiap kendaraan bermotor pasti memiliki suspensi. Bukan tanpa alasan, karena dengan adanya suspensi pada kendaraan maka sang pengendara akan lebih nyaman dalam mengendarainya.

Suspensi pada umumnya menganut sistem pegas. Dalam penerapanya, salah satu hal yang harus dicermati adalah energi potensial pegas. Kemudian, apasih yang dimaksud dengan energi potensial pegas itu? untuk mengetahuinya simak penjelasan di bawah ini.

Energi potensial pegas adalah energi yang tersimpan dalam pegas ketika kita mengurangi (menekan) panjang pegas atau menambah (meregangkan) panjang pegas. Apabila gaya yang bekerja pada pegas dilepaskan maka selanjutnya pegas akan mengeluarkan energi kinetik.

Pada hukum Hooke F = -kx atau dengan kata lain, besarnya gaya yang bekerja pada benda sebanding dengan pertambahan panjang bendanya. F adalah gaya yang bekerja pada pegas, k artinya konstata atau tetapan pegas, dan x adalah pertambahan panjang pegas. Sedangkan tanda minus hanya menunjukkan gaya pemulih yang berlawanan dengan arah perpindahan, biasanya ada yang menulisnya dan ada yang tidak.

Karena F = kx maka energi potensial pegas:

Ep = ½ F Δx
      = ½ (kx) x
      = ½ kx²

Keterangan:

  • F = gaya (N)
  • Ep = energi potensial pegas (J)
  • k = konstata/tetapan pegas (N/m)
  • Δx = perubahan panjang (m)

Supaya lebih menambah pemahaman, kalian dapat mempelajari contoh soal yang sudah disediakan di bawah ini:


Contoh Soal:

Jika sebuah pegas ditarik oleh suatu gaya 60 N dan konstata pegas 180 N/m, maka hitunglah energi potensial pegas tersebut!

Penyelesain:

Diketahui:
F = 80 N
k = 180 N/m

Ditanya: Ep = ?

Jawab:
  F = kx
60 = 180 . x
   x = 60 / 180
      = 0,33

Ep = ½ kx²
      = ½ . 180 . (0,33)²
      = 9,8 Joule

Jadi, besar energi potensial pegas tersebut adalah 9,8 Joule.