Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Mineral dan Sifat Fisiknya

Pada artikel ini akan membahas mengenai "Apa itu Mineral?" Kata atau istilah "Mineral" sering kali terdengar, tetapi masih banyak yang belum mengerti tentang definisinya.

Mineral

Jadi, dikutip dari Britannica, mineral adalah padatan homogen alami dengan komposisi kimia tertentu dan susunan atom yang sangat teratur, biasanya dibentuk oleh proses anorganik.

Oh ya, untuk yang lupa atau belum tahu, anorganik itu lawannya organik. Jika organik cirinya berasal dari makhluk hidup, sedangkan anorganik dari benda tak hidup. Artinya, proses pembentukan mineral alami tidak ada peran makhluk hidup. 

Sebagai padatan homogen, mineral terdiri dari zat padat tunggal dengan komposisi seragam yang tidak dapat dipisahkan secara fisik menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana. Homogenitas ditentukan relatif terhadap skala definisinya.

Ketika Anda melihat sebuah spesimen dengan mata telanjang tampak homogen, itu mungkin akan berbeda ketika Anda melihatnya dengan mikroskop atau setelah terpapar teknik difraksi sinar-X, karena akan diketahui ternyata spesimen tersebut tersusun dari beberapa mineral.

Kebanyakan batuan tersusun dari beberapa mineral berbeda. Misalnya granit terdiri dari feldspar, kuarsa, mika, dan amfibol.

Mineral alami terjadi melalui proses geologi alami. Sementara itu, mineral buatan dibuat secara buatan atau disintesis dalam laboratorium atau lingkungan buatan, seperti zamrud, safir, berlian, dan batu permata berharga lainnya, umumnya diproduksi di fasilitas industri dan penelitian dan seringkali hampir identik dengan mineral alami.

Mineral dapat dideskripsikan dan diklasifikasikan menurut sifat fisiknya:

Kebiasaan (Habit)

Kebiasaan adalah istilah yang digunakan ahli mineralogi ketika merujuk pada struktur kristal dan bentuk suatu mineral. Beberapa mineral mempunyai bentuk yang khas: ada yang berbentuk kubus, prisma, piramida, dll.

Warna

Lebih dari satu mineral dapat memiliki warna yang sama. Ini menjadikan warna bukan properti terbaik untuk digunakan saat mengklasifikasikan mineral. Orang juga menggunakan tes coretan atau goresan untuk melihat warna mineral.

Transparan

Ini mengacu pada seberapa tembus pandang suatu mineral. Beberapa mineral bersifat transparan, ini termasuk mineral seperti kuarsa. Namun, ada juga mineral yang buram, ini berarti tidak tembus cahaya sama sekali.

Pembelahan

Ini mengacu pada bagaimana mineral terpecah. Jika suatu mineral pecah pada permukaan datar atau bentuk geometris, maka mineral tersebut memiliki kecenderungan untuk membelah atau pecah.

Kilau

Ini mengacu pada cara cahaya bereaksi dengan mineral. Misalnya pirit memiliki kilau logam, gypsum memiliki kilau seperti mutiara, sedangkan talk memiliki kilau kusam.

Kekerasan

Kekerasan mineral diukur menggunakan skala kekerasan mineral Mohs. Untuk menguji kekerasan suatu mineral, mineral tersebut digores menggunakan benda yang berbeda. Semakin keras bendanya, semakin keras pula mineralnya.