Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Proses Terjadinya Hujan Asam dan Cara Mengatasinya

Hujan asam adalah hujan dengan kadar keasaman atau pH di bawah 5,6. Artinya, hujan asam memiliki kadar air hujan yang lebih asam daripada air hujan biasa.

Hujan asam mengandung sulfur dioksida dan nitrogen dioksida, yang merupakan dua gas utama yang berkontribusi terhadap pembentukan hujan asam. Gas-gas ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti pembakaran bahan bakar fosil pada pembangkit listrik, kendaraan bermotor, serta aktivitas industri lainnya.

Hujan asam merupakan masalah lingkungan global yang dapat terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tercatat beberapa wilayah pernah mengalami hujan asam: Sumatera, Kalimantan, Bandung, Jakarta, dan masih banyak lagi.

Proses Terjadinya Hujan Asam

Hujan asam adalah fenomena yang terjadi akibat pelepasan sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOx) ke atmosfer, kemudian dibawa oleh angin dan pergerakan udara dalam skala besar di atmosfer.

Proses Terjadinya Hujan Asam
(Gambar ilustrasi proses terjadinya hujan asam - Sumber: air.moenv.gov.tw)

Ketika SO₂ dan NOx ini bereaksi dengan air, oksigen, dan bahan kimia lainnya, mereka membentuk asam sulfat (H₂SO₄) dan nitrat (HNO₃). Kemudian, asam ini bercampur dengan air dan bahan lainnya sebelum akhirnya jatuh ke permukaan tanah.

Meskipun sejumlah kecil SO₂ dan NOx berasal dari sumber alami seperti gunung berapi, tetapi mayoritasnya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Berikut ini adalah sumber utama SO₂ dan NOx di atmosfer:

1. Pembangkit Listrik

Dua pertiga dari SO₂ dan seperempat dari NOx di atmosfer berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dalam pembangkit listrik.

Oleh karena itu, langkah-langkah pengendalian polusi udara pada pembangkit listrik sangat penting untuk mengurangi emisi SO₂ dan NOx.

2. Transportasi

Kendaraan bermotor dan alat berat juga merupakan penyumbang signifikan dalam emisi SO₂ dan NOx.

Diperlukan upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan, seperti mobil listrik, serta penerapan standar emisi yang lebih ketat pada kendaraan bermotor dan alat berat.

3. Industri

Kegiatan manufaktur, kilang minyak, dan industri lainnya juga berkontribusi terhadap emisi SO₂ dan NOx.

Penting untuk mengadopsi teknologi dan praktik yang ramah lingkungan dalam proses produksi, termasuk penggunaan sistem kontrol polusi udara yang efektif.

Cara Mengatasi Hujan Asam

Pengendalian emisi SO₂ dan NOx merupakan langkah penting dalam upaya mengatasi masalah hujan asam.

Langkah-langkah ini mencakup penggunaan teknologi yang lebih bersih, kebijakan energi yang berkelanjutan, dan kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan.

Dengan demikian, kita dapat bergerak menuju lingkungan yang lebih sehat dan mencegah dampak negatif hujan asam terhadap ekosistem dan kesehatan manusia.