Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Speaker, Bagian, dan Cara Kerjanya

Loudspeaker atau secara umum sering disebut sebagai speaker adalah transduser elektroakustik yang mengubah sinyal audio elektrik menjadi suara yang sesuai. Speaker menerima input audio dari perangkat seperti komputer atau penerima audio. Input ini dapat berupa analog atau digital. Speaker analog hanya memperkuat gelombang elektromagnetik analog menjadi gelombang suara, karena gelombang suara diproduksi dalam bentuk analog. Sementara itu, speaker digital pertama-tama harus mengubah input digital menjadi sinyal analog, kemudian menghasilkan gelombang suara.

Suara yang dihasilkan oleh speaker ditentukan oleh frekuensi dan amplitudo. Frekuensi menentukan seberapa tinggi atau rendahnya nada suara. Misalnya, suara penyanyi sopran menghasilkan gelombang suara berfrekuensi tinggi, sedangkan gitar bas atau kick drum menghasilkan suara dalam rentang frekuensi rendah.

Kemampuan sistem pengeras suara untuk mereproduksi frekuensi suara secara akurat merupakan indikator yang baik tentang seberapa jernih audionya. Banyak speaker menyertakan beberapa kerucut speaker (speaker cones) untuk rentang frekuensi yang berbeda, yang membantu menghasilkan suara yang lebih akurat untuk setiap rentang. Speaker dua arah biasanya memiliki tweeter dan speaker mid-range, sedangkan speaker tiga arah memiliki tweeter, speaker mid-range, dan subwoofer.

Amplitudo atau kenyaringan ditentukan oleh perubahan tekanan udara yang dihasilkan oleh gelombang suara speaker. Oleh karena itu, saat Anda menghidupkan speaker, sebenarnya Anda meningkatkan tekanan udara dari gelombang suara yang dihasilkannya, karena sinyal yang dihasilkan oleh beberapa sumber audio tidak terlalu tinggi (seperti kartu suara komputer), mungkin perlu diperkuat oleh pengeras suara.

Oleh karena itu, sebagian besar speaker komputer eksternalnya diperkuat. Artinya, menggunakan listrik untuk memperkuat sinyal. Speaker yang dapat memperkuat input suara sering disebut speaker aktif. Anda biasanya dapat mengetahui apakah speaker aktif jika memiliki kontrol volume atau dapat dicolokkan ke stopkontak listrik. Speaker yang tidak memiliki amplifikasi internal disebut speaker pasif, karena speaker ini tidak memperkuat sinyal audio, speaker ini memerlukan input audio tingkat tinggi yang mungkin dihasilkan oleh amplifier audio.

Speaker biasanya berpasangan yang memungkinkan mereka menghasilkan suara stereo. Ini berarti speaker kiri dan kanan mengirimkan audio pada dua saluran yang benar-benar terpisah. Dengan menggunakan dua speaker, musik terdengar lebih natural karena telinga kita sudah terbiasa mendengar suara dari kiri dan kanan secara bersamaan. Sistem surround dapat menyertakan empat hingga tujuh speaker (ditambah subwoofer) yang menciptakan pengalaman yang lebih realistis.

Baca Juga: Pengertian LED, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Bagaian-bagian pada Speaker dan Fungsinya

Bagaian Speaker
(Image Credits: stanfordmagnets.com)

  • Cone: Bergerak bolak-balik memungkinkan udara di sekitarnya bergerak sehingga menciptakan suara. Cone juga sering disebut sebagai diafragma.
  • Dust Caver: Melindungi Voice Coil dari debu.
  • Surround: Lapisan yang menghubungkan basket dengan cone.
  • Basket: Rangka logam yang menyatukan speaker, yang pada gilirannya dipegang oleh kotak speaker.
  • Spider: Jenis suspensi yang menjaga ketegangan pada kumparan suara, tetapi membiarkannya bergerak, berfungsi serupa dengan penyangga pada mobil yang mengurangi getaran yang tidak perlu.
  • Magnet: Seringkali neodymium tanah jarang.
  • Bottom Plate: Memegang pole piece dan magnet.
  • Pole Piece: Mengarahkan medan magnet voice coil.
  • Voice Coil: Bagian yang berinteraksi untuk mengubah energi listrik menjadi gerak.
  • Coil Former: Bahan di mana koil dililitkan.
  • Top Plate: Biasanya terbuat dari besi.

Cara kerja Speaker

Speaker bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (gerak). Energi mekanik memampatkan udara dan mengubah gerak menjadi energi suara atau tingkat tekanan suara. Ketika arus listrik dikirim melalui gulungan kawat, itu akan menginduksi medan magnet.

Pada speaker, arus dikirim melalui kumparan suara yang menghasilkan medan listrik yang berinteraksi dengan medan magnet dari magnet permanen yang terpasang pada speaker, seperti charge saling tolak dan charge yang berbeda menarik. Saat sinyal audio dikirim melalui kumparan suara dan bentuk gelombang musik bergerak naik turun, kumparan suara tertarik dan ditolak oleh magnet permanen. Ini membuat kerucut (cone) yang dipasangi kumparan suara bergerak maju mundur. Gerakan bolak-balik menciptakan gelombang tekanan di udara yang kita rasakan sebagai suara.


Referensi:

  • https://techterms.com/definition/speakers
  • https://blog.landr.com/how-do-speakers-work/