Pengertian Sumber Energi Terbarukan dan Tak Terbarukan beserta Contohnya
Semua negara saat ini sedang dihadapkan dengan masalah besar dan tidak bisa dianggap sepele, masalah tersebut adalah perubahan iklim secara ekstrem yang diakibatkan oleh pemanasan global (global warming).
Salah satu faktor dari terjadinya pemanasan global adalah penggunaan energi yang bersumber dari energi tak terbarukan dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, sudah seharusnya untuk beralih ke energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.
Jadi, apa yang dimaksud dengan sumber energi tak terbarukan dan energi terbarukan? Untuk jawabannya dapat Anda cari tahu langsung dengan membaca artikel ini secara lengkap. Mari belajar bersama!
Energi Tak Terbarukan dan Contohnya
Energi tak terbarukan adalah energi yang diperoleh dari sumber daya alam yang terbatas ketersediaannya dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk pembentukannya, bahkan memerlukan hingga jutaan tahun.
Berikut adalah beberapa contoh energi tak terbarukan:
- Minyak Bumi: Sumber energi utama yang digunakan untuk bahan bakar kendaraan dan produksi listrik.
- Gas Alam: Digunakan untuk pemanasan, pembangkitan listrik, dan sebagai bahan baku industri.
- Batubara: Digunakan dalam pembangkit listrik dan untuk proses industri, seperti produksi baja.
- Uranium: Digunakan dalam reaktor nuklir untuk menghasilkan energi listrik.
- Batu Bara Sintetis: Energi yang dihasilkan dari proses pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair.
- Bitumen: Sumber energi yang diambil dari pasir minyak untuk dijadikan bahan bakar.
- Shale Oil: Minyak yang diperoleh dari formasi batuan serpih melalui proses ekstraksi.
- Tar Sands: Campuran pasir, air, dan bitumen yang dapat diekstraksi untuk menghasilkan bahan bakar.
- Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas): Digunakan untuk memasak dan pemanasan.
- Batu Bara Antrasit: Jenis batu bara berkualitas tinggi yang digunakan untuk pembangkit listrik dan pemanas.
Energi tak terbarukan dalam proses pembentukannya memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan sampai jutaan tahun, dan dapat menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan.
Energi Terbarukan dan Contohnya
Energi terbarukan adalah jenis energi yang berasal dari sumber-sumber yang dapat dipulihkan atau diperbarui secara alami dalam waktu yang relatif singkat. Sumber energi ini tidak akan habis dan dapat digunakan secara berkelanjutan tanpa menyebabkan kerusakan permanen pada lingkungan.
Berikut adalah beberapa contoh energi terbarukan:
- Energi Surya: Menggunakan sinar matahari untuk menghasilkan listrik melalui panel surya.
- Energi Angin: Menggunakan turbin angin untuk mengubah energi kinetik angin menjadi listrik.
- Energi Air (Hidro): Menggunakan aliran air, seperti sungai atau bendungan, untuk menghasilkan listrik.
- Energi Biomassa: Menggunakan bahan organik, seperti limbah pertanian atau kayu, untuk menghasilkan energi melalui pembakaran atau fermentasi.
- Energi Geotermal: Menggunakan panas dari dalam bumi untuk menghasilkan listrik atau pemanasan.
- Energi Laut: Menggunakan gelombang atau arus laut untuk menghasilkan listrik.
- Energi Hidrogen: Menghasilkan energi melalui reaksi kimia hidrogen, yang dapat diperoleh dari sumber terbarukan.
- Energi Panas Matahari: Menggunakan teknologi seperti kolektor solar untuk mengumpulkan dan memanfaatkan panas matahari.
- Energi Pasang Surut: Memanfaatkan pergerakan air akibat pasang surut laut untuk menghasilkan energi.
- Energi Biogas: Menghasilkan gas metana dari proses dekomposisi limbah organik, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar.
Energi terbarukan memiliki potensi untuk mengurangi dampak lingkungan dan ketergantungan pada sumber energi tak terbarukan.
Baca Juga: 10 Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia hingga Saat Ini
Perkembangan Penggunaan Energi Terbarukan
Energi terbarukan memang melimpah dan semua negara pasti memiliki. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk tidak beralih dari sumber energi yang tak terbarukan ke sumber energi terbarukan.
Saat ini, sudah banyak negara yang mulai mengurangi penggunaan energi fosil yang tidak ramah lingkungan ke energi terbarukan ramah lingkungan. Termasuk negara kita tercinta, Indonesia.
Namun, Indonesia bisa dikatakan masih tertinggal dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan, padahal sumber energi terbarukan sangat melimpah, seperti tenaga air, surya, dan masih banyak lagi.
Hal ini dapat dibuktikan Indonesia tidak termasuk ke dalam 5 besar daftar negara dengan kapasitas energi terbarukan terbesar di dunia tahun 2020 kemarin. Apabila bila penasaran, Anda bisa melihat daftar tersebut di bawah ini.
(Sumber: www.statista.com) |
- Tiongkok = 895 GW (Gigawatt)
- Amerika Serikat = 292 GW
- Brasil = 150 GW
- India = 134 GW
- Jerman = 132 GW
- Kanada = 101 GW
- Jepang = 101 GW
- Itali = 55 GW
- Prancis = 55 GW
Dari daftar di atas, Tiongkok menjadi negara dengan kapasitas energi terbarukan terbesar di dunia. Walau begitu, Tiongkok harus terus menambah kapasitasnya. Alasannya karena Tiongkok memiliki jumlah penduduk yang banyak sehingga kebutuhan energinya juga harus banyak.
Bagaimana dengan Indonesia? Perlu diketahui, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk paling banyak nomor empat di dunia sehingga jumlah energi yang dibutuhkan tidak sedikit. Maka dari itu, Indonesia perlu memperbanyak pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan.