Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asal-Usul Tata Surya

Sebagai makhluk yang hidup di bumi, pasti kamu mempunyai rasa penasaran, bagaimana bumi dan planet yang ada di tata surya ini bisa terbentuk.

Sebenarnya juga tidak ada yang mengetahui secara pasti, bagaimana bumi dan planet lainnya ini bisa terbentuk. Namun, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, sudah ada beberapa teori yang mengungkapkan, bagaimana tata surya ini bisa terbentuk.


Teori Nebula

Teori nebula merupakan sebuah teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775. Kemudian, disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796.

Teori nebula menyatakan jika tata surya awal mulanya terbentuk dari kabut berukuran besar, yang terdiri dari debu, es, dan gas. Kemudian, karena adanya gravitasi pada kabut tersebut, maka terjadilah perputaran yang mengakibatkan kabut tersebut bentuknya menjadi bulat pipih, hingga akhirnya berbentuk seperti cakram.

Perputaran pada kabut yang semakin capat, membuat materi-materi penyusun pada bagian tepi terlepas. Namun, masih berputar seperti asalnya. Materi yang terlepas itu kemudian menjadi planet dan benda angkasa lainnya. Sedangkan intinya menjadi pusat, atau yang kita sebut sekarang sebagai matahari.


Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan pada tahun 1956 oleh Fred Hoyle. Teori bintang kembar menyatakan jika tata surya ini terbentuk dari dua buah bintang yang ukurannya sama. Namun, salah satu dari bintang tersebut meledak menjadi berkeping-keping. Karena adanya gravitasi dari bintang yang tidak meledak, maka kepingan dari bintang yang meledak mulai memutari bintang yang tidak meledak. Kepingan-kepingan dari bintang yang meledak menjadi planet, sementara bintang yang tidak meledak menjadi pusatnya, yaitu matahari.


Teori Planetesimal

Teori ini dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton. Pada teori ini dijelaskan bahwa matahari itu sudah ada sejak awal, tetapi suatu ketika terjadi perpapasan antara matahari dengan sebuah bintang yang lebih besar. Akibatnya, terjadilah daya tarik pasang pada matahari, yang menyebabkan adanya materi pada matahari terhambur ke luar angkasa.

Pada saat bintang tersebut telah menjauhi matahari, materi yang tadinya berhamburan di luar angkasa sebagian jatuh lagi ke matahari, namun yang tidak jatuh kembali ke matahari, malah berhamburan pada orbitnya, yang kemudian materi yang ukurannya besar menyapu materi yang ukurannya kecil, kemudian bersatu dan menjadi planet yang berputar mengelilingi matahari,


Teori Pasang Surut

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeff. Pada teori ini mereka menyatakan jika proses terbentuknya tata surya ini bermula ketika ada sebuah bintang besar yang mendekati matahari. Akibantnya, matahari mengalami pasang surut sehingga tebentuklah gunung-gunung besar di matahari.

Gunung yang terbentuk tersebut membuat lidah pijar yang panjang. Kemudian, lidah pijar ditimbulkan mengalami perapatan gas hingga akhirnya terpecah belah. Dari pecahan tersebut akhrinya tebentuklah planet-planet yang ada di tata surya.


Teori Big Bang

Teori big bang ini mempunyai arti, yaitu ledakan dahsyat. Teori ini menjelaskan jika jauh sebelum tata surya ini terbentuk, terdapat sebuah bintang yang berukuran sangat besar. Bintang tersebut mengalami ledakan yang sangat dahsyat sehingga menyebabkan banyak materi dari bintang tersebut terlontar kemana saja. Materi yang terlontar tersebut menyatu, kemudian menjadi planet dan benda angkasa lainnya.


Sejarah terbentuknya tata surya ini memang tidak ada yang mengetahui pasti. Karena memang, tidak mungkin ada manusia dapat datang kemasa itu, tetapi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, manusia dapat membuat teori-teori yang bisa lebih mengidentifikasi lagi, bagaimana tata surya ini bisa terbentuk. Namun dengan syarat semua teori yang dibuat, dapat dipertanggung jawabkan dan tidak asal-asalan.