Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pentingnya Pengukuran dalam Proses Pemesinan

pentingnya pengukuran
Dalam proses pemesinan, mendapatkan hasil akhir atau produk yang presisi merupakan tujuan utama, tetapi untuk mendapatkannya seorang mekanik harus mengerti cara menggunakan alat ukur yang baik dan benar, karena jika seorang mekanik atau operator tidak memahami proses pengukuran maka hasil dari proses produksi akan mendapat masalah, seperti berikut:

1. Produk Tidak Presisi

Dalam proses pemesinan, jika mendapat hasil yang tidak presisi dan di luar batas toleransi maka produk tersebut bisa dikatankan NG (Not Good) atau sudah tidak layak untuk digunakan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Pengukuran dalam Pemesinan

2. Proses Produksi Menjadi Lama

Dalam proses produksi setiap perusahaan pasti menginginkan menghasilkan produk yang cepat, karena jika proses produksi lama maka biaya akan bertambah.

Lalu, apa hubungannya dengan pengukuran. Biasanya, masalah seperti ini terjadi ketika seorang mekanik atau operator awal-awal dalam bekerja, karena yang biasanya pengukuran bisa dilakukan dalam sekali saja, tetapi pengukurannya malah bisa dilakukan berulang kali, karena operator dalam awal-awal bekerja masih ragu dan belum terbiasa, tetapi seiring berjalanya waktu masalah itu akan selesai dengan sendirinya.

3. Peforma Produk Menjadi Berkurang

Dalam proses produksi suatu produk memanglah mempunyai standar atau batas toleransi, akan tetapi dalam perhitungan perencanaan produk semua sudah ditentukan secara pas dan teliti.

Namun, dalam proses produksi terkadang ada saja masalah yang datang maka dibuatlah batas toleransi suatu produk. Artinya, jika suatu produk tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi masih dalam batas toleransi yang ditentukan maka produk tersebut masih bisa digunakan, tetapi memang tidak bisa dipungkiri, semua itu akan mempengaruhi kualitas atau performa produk tersebut.

Kesimpulan

Dari semua masalah di atas, semuanya dapat diatasi. Dalam perusahaan yang baik, biasanya perusahaan tersebut akan mengambil langkah-langkah strategis, seperti mengadakan training atau pelatihan awal kepada karyawan baru, melakukan audit pada setiap bulan, memberi poster atau gambar arahan pengukuran yang baik dan benar pada setiap area kerja, dan biasanya setiap harinya sebelum mengawali pekerjaan akan diberi pengarahan dahulu.