Uniknya Makam Archimedes ada Bola yang Terukir di Dalam Batu Nisannya
Apakah benar matematikawan Yunani kuno Archimedes meminta agar sebuah bola yang terukir di dalam silinder diukir di batu nisannya? Jawabannya: ya, benar.
Cerita ini bukan sekadar legenda, melainkan salah satu fakta sejarah paling menarik dalam dunia matematika. Archimedes (sekitar 287–212 SM) dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar sepanjang masa.
Dari sekian banyak penemuan briliannya, ada satu hasil yang paling dibanggakannya: hubungan antara volume bola dan silinder.
![]() |
| (Patung Archimedes) |
Apa yang Diminta Archimedes untuk Makamnya?
Menurut catatan sejarah, Archimedes meminta agar di atas makamnya dipasang model bola yang terukir di dalam silinder, lengkap dengan inskripsi yang menunjukkan perbandingan volume keduanya.
Ia berhasil membuktikan bahwa:
- Volume bola = 2/3 volume silinder yang melingkupinya (silinder dengan tinggi sama dengan diameter bola dan jari-jari yang sama).
- Luas permukaan bola juga memiliki hubungan istimewa dengan silinder tersebut.
Hasil ini tertulis dalam karyanya yang terkenal, On the Sphere and Cylinder. Bagi Archimedes, temuan ini begitu istimewa sehingga ia ingin mengabadikannya secara permanen di batu nisannya.
Bukti Sejarah: Dari Plutarch hingga Cicero
Dua sumber kuno utama mendukung cerita ini:
1. Plutarch
Plutarch dalam Parallel Lives: Marcellus menulis bahwa Archimedes meminta kerabat dan temannya untuk meletakkan silinder yang mengandung bola di atas makamnya, beserta tulisan tentang perbandingan volume keduanya.
2. Marcus Tullius Cicero
Marcus Tullius Cicero orator dan politikus Romawi, menceritakan bahwa pada tahun 75 SM (sekitar 137 tahun setelah kematian Archimedes), ia berhasil menemukan kembali makam tersebut di Syracuse. Saat itu, makam sudah tertutup semak belukar dan penduduk setempat bahkan tidak tahu keberadaannya. Cicero mengenalinya dari patung bola dan silinder di atas kolom kecil.
Penemuan Cicero menjadi bukti bahwa permintaan Archimedes benar-benar dilaksanakan.
Apakah Ada Bukti Gambar Makamnya?
Sayangnya, tidak ada bukti visual asli yang bertahan hingga sekarang. Makam Archimedes telah hilang selama berabad-abad. Tidak ada foto, ukiran asli, atau artefak fisik dari bola dan silinder tersebut yang masih ada.
Namun, kita masih memiliki beberapa bentuk “bukti visual” tidak langsung:
Lukisan-lukisan abad ke-18 dan 19 yang menggambarkan Cicero menemukan makam Archimedes (karya Benjamin West, Paolo Barbotti, Carl Rottmann, dan lainnya).
Diagram matematika modern yang menggambarkan bola di dalam silinder — gambar yang sering muncul di buku pelajaran dan situs edukasi.
Beberapa lokasi di Syracuse yang diklaim sebagai “Tomba di Archimede”. Namun, para ahli sepakat bahwa situs-situs tersebut bukan makam asli Archimedes (kebanyakan berasal dari zaman Romawi yang lebih kemudian).
Mengapa Kisah Ini Begitu Menarik?
Permintaan Archimedes ini menunjukkan sisi kepribadiannya yang unik. Ia bukan hanya seorang jenius teknis, tetapi juga seseorang yang sangat menghargai keindahan dan keanggunan hasil pemikirannya.
Di tengah berbagai penemuan mekanik dan rekayasa yang membuatnya terkenal (seperti sekrup Archimedes dan prinsip hidrostatika), justru teorema tentang bola dan silinder yang paling ingin ia abadikan.
Hingga hari ini, “teorema batu nisan Archimedes” tetap menjadi salah satu contoh paling elegan dalam sejarah geometri.
