Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Proses Terjadinya Hujan - Penjelasan Lengkap

Hujan adalah fenomena alam di mana air dalam bentuk tetesan air jatuh dari awan ke permukaan bumi. Ini terjadi ketika kandungan air dalam awan bertambah menjadi besar dan berat, sehingga air ini kemudian jatuh ke bumi sebagai hujan.

Proses Terjadinya Hujan
(Gambar ilustrasi proses terjadinya hujan - Sumber: notesychs.weebly.com)

Hujan merupakan sumber air yang penting bagi tanaman, hewan, dan kehidupan manusia. Proses terjadinya hujan melibatkan evaporasi, kondensasi, dan presipitasi. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Evaporasi

Evaporasi adalah proses di mana air di permukaan bumi, seperti di sungai, danau, dan lautan, berubah menjadi uap air dan naik ke atmosfer.

Pemanasan matahari adalah faktor utama yang memicu evaporasi. Ketika air terpapar sinar matahari, molekul air mendapatkan energi dan menjadi lebih aktif, sehingga bergerak lebih cepat dan akhirnya terlepas dari permukaan sebagai uap air.

2. Kondensasi

Setelah uap air terangkat ke atmosfer melalui proses evaporasi, pada ketinggian yang lebih tinggi udara menjadi lebih dingin. Udara dingin tidak dapat menahan uap air dalam jumlah yang sama seperti udara hangat.

Oleh karena itu, uap air mulai mendingin dan berubah menjadi tetes air kecil yang disebut embun.

Tetes-tetes air ini kemudian berkumpul di sekitar partikel-partikel seperti debu, asap, atau garam yang ada di udara, dan membentuk awan. Proses perubahan uap air menjadi tetes air ini disebut kondensasi.

3. Presipitasi

Presipitasi terjadi ketika tetes air dalam awan tumbuh atau bertambah menjadi cukup besar dan berat sehingga tidak bisa lagi dijaga di udara oleh angin naik (konveksi).

Tetes air yang cukup besar ini jatuh ke bumi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, atau hujan lainnya.

Presipitasi adalah hasil dari tetesan air yang berkumpul dalam awan dan menjadi terlalu berat untuk tetap di atas. Jika suhu di permukaan bumi cukup dingin, tetesan air dapat membeku dan jatuh sebagai salju atau hujan es. Jika suhu di permukaan cukup hangat, tetesan air jatuh sebagai hujan.

Limpasan dan Infiltrasi

Setelah hujan mencapai permukaan bumi, ada dua kemungkinan proses yang dapat terjadi, limpasan dan infiltrasi.

Limpasan adalah air hujan yang jatuh tidak dapat diserap oleh tanah atau vegetasi sehingga mengalir di ke sungai, danau, atau laut.

Infiltrasi adalah air hujan meresap ke dalam tanah melalui pori-pori dan celah-celah di dalamnya. Air yang terinfiltrasi dapat terus bergerak ke bawah dan menjadi bagian dari air tanah atau mengalir ke sumber air bawah tanah, seperti sumur atau mata air.

Itu tadi adalah penjelasan tentang proses terjadinya hujan. Semoga informasi ini bermanfaat dan mudah dipahami saat Anda belajar!