Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rumus Listrik Dasar Tegangan, Arus, Hambatan, dan Daya

Listrik merupakan peranan penting dalam kehidupan, terlebih di zaman modern saat ini, di mana semua kecanggihan teknologi tidak bisa lepas dari yang namanya listrik. Dari mulai kendaraan, gawai, bahkan peralatan memasak pun sudah umum menggunakan energi listrik.

Listrik juga adalah cabang fisika, penggunaan rumus listrik memainkan peran besar dalam menemukan nilai parameter di sirkuit listrik apa pun.

Rumus listrik yang paling umum digunakan adalah rumus yang berkaitan dengan tegangan, arus, daya, hambatan, dan sebagainya.

Di bawah ini adalah berbagai rumus listrik yang sering digunakan beserta penjelasannya.

rumus listrik: tegangan, daya, arus, dan hambatan

Daya Listrik

Daya listrik adalah kemampuan suatu peralatan listrik untuk melakukan usaha akibat adanya perubahan kerja dan perubahan muatan listrik tiap satuan waktu.

Besarnya suatu daya listrik sangat terpengaruh dari tegangan listrik, kuat arus listrik, dan hambatan listrik di dalam rangkaian listrik suatu peralatan elektronika.

Daya listrik dinyatakan menggunakan simbol “P”. Satuan Internasional dari daya adalah Watt (W).

Berikut adalah rumus yang digunakan untuk mencari daya listrik:

  • P = R x I²
  • P = I x V
  • P = V² / R

Tegangan Listrik

Tegangan listrik (beda potensial listrik / gaya gerak listrik—ggl / tekanan listrik) adalah perbedaan potensial listrik per satuan muatan antara dua titik dalam medan listrik, atau dapat juga diartikan tegangan adalah besarnya jumlah energi yang dibutuhkan untuk memindahkan unit muatan listrik dari satu tempat ke tempat lainnya.

Tegangan dinyatakan menggunakan simbol "V". Satuan Internasional dari tegangan adalah Volt (V).

Berikut adalah rumus yang digunakan untuk mencari tegangan listrik:

  • V = I x R
  • V = P / I
  • V = Akar kuadrat dari (P x R)

Baca Juga: Hukum Kirchhoff 1 dan 2: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya

Arus Listrik

Arus listrik adalah laju aliran muatan listrik melewati suatu titik dalam suatu konduktor.

Arus listrik (arus listrik konvensional) mengalir dari kutub positif ke negatif. Namun, arus elektron mengalir dari kutub negatif ke kutub positif.

Arus listrik dinyatakan dengan simbol “I”. Satuan Internasional dari arus adalah Ampere (A), yang merupakan aliran muatan listrik melintasi konduktor dengan kecepatan satu coulomb per detik.

Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk mencari besarnya arus listrik:

  • I = Akar kuadrat dari (P / R)
  • I = P / V
  • I = V / R

Hambatan Listrik

Hambatan listrik adalah ukuran sejauh mana suatu objek menentang aliran arus listrik.

Hambatan listrik mempunyai dua sifat: Pertama, semakin panjang/besar bahan yang digunakan sebagai konduktor maka semakin besar nilai hambatannya. Kedua, semakin pendek/kecil bahan yang digunakan sebagai konduktor maka semakin kecil nilai hambatannya.

Hambatan listrik dinyatakan dengan simbol “R”, dan Satuan Internasional dari hambatan adalah Ohm (Ω).

Berikut ini adalah rumus untuk mencari hambatan listrik:

  • R = V / I
  • R = P / I²
  • R = V² / P

Energi Listrik

Energi listrik adalah energi yang diperoleh sebagai akibat dari pergerakan partikel bermuatan listrik.

Energi listrik dapat juga disebut sebagai energi yang telah diubah dari energi potensial listrik. Dengan kata lain, energi listrik adalah sebagai energi yang dihasilkan oleh pergerakan elektron dari satu titik ke titik lain.

Simbol dari energi listrik adalah “E”. Satuan Internasional dari energi listrik adalah Joule (J).

Berikut ini adalah rumus untuk mencari energi listrik:

  • E = P x t
  • E = V x I x t
  • E = V²/R x t
  • E = I² x R x t

Keterangan:

t = waktu (s)