Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menentukan EBC pada Kaki Transistor dengan Mudah

cara menentukan kaki transistor

Transistor adalah komponen elektronika aktif yang memiliki tiga kaki/terminal. Fungsi transistor juga banyak sehingga tidak heran jika komponen ini banyak digunakan dalam perangkat alat elektronika. Namun, dalam pemasangannya transistor tidak boleh terbalik, karena setiap kaki memiliki peranannya masing-masing. Berikut adalah fungsi dari ketiga pada transistor.

  • Emitter atau emitor (E) berfungsi untuk memancarkan/menyebarkan elektron.
  • Base atau basis (B) berfungsi untuk mengendalikan/mengatur elektron.
  • Collector atau kolektor (C) berfungsi untuk mengumpulkan/mengeluarkan elektron.

Untuk mengetahui emitor, basis, dan kolektor pada transistor bisa secara langsung menggunakan data sheet atau pada referensi yang ada di kemasan. Namun, jika tidak ada data sheet atau referensi lainnya maka dapat juga menggunakan cara manual, yaitu menggunakan alat ukur multimeter. Bagaimana cara menentukan EBC pada kaki transistor? Tenang! Di bawah sudah dijelaskan langkah-langkahnya secara lengap sehingga Anda hanya perlu mengikutinya saja.

1. Menentukan Basis (B)

Hal yang pertama kali yang dilakukan untuk menentukan EBC adalah menentukan basis terlebih dahulu. Pada tahap ini, ketika menentukan basis maka sekaligus juga menentukan jenis transistornya, apakah NPN atau PNP. Mengapa bisa begitu? Jadi, basis dari transistor NPN dan PNP memiliki perbedaan. Pada basis transistor tipe NPN, basisnya memiliki hubungan bias maju atau fordward bias dari basis ke emitor dan dari basis ke kolektor, sebaliknya pada emitor ke basis dan kolektor ke basis akan mengalami bias mundur reverse bias. Bagaimana karakteristik basis pada transitor tipe PNP? Ya, hanya kebalikan dari transistor tipe NPN saja.

Langkah-langkah menentukan basis pada transistor:

1) Terlebih dahulu menamai atau memisalkan pada setiap kaki transistor yang belum diketahui EBC-nya. Misalnya, 1,2, dan 3.

2) Setting multimeter ke Ohm meter (mengukur hambatan) dan atur pada skala x100 atau x1k Ohm.

3) Hubungkan probe merah ke kaki 1. Kemudian, probe hitam ke kaki 2 dan 3 secara bergantian. Dalam hal ini, apabila jarum pada multimeter bergerak jauh atau menunjukkan resistansi yang rendah, berarti transistor tersebut jenis PNP. Namun, apabila probe hitam di kaki 1 dan probe merah di kaki 2 dan 3 dengan hasil nilai resistansi yang rendah maka transistor tersebut jenis NPN. Akan tetapi, jika ketika dalam percobaan jarum multimeter hanya bergerak di kaki 1&2 atau 1&3 saja, kemungkinan basis terletak di kaki 2 atau 3. Jika demikian, lakukan hal yang serupa untuk mencari basis pada kaki 2 dan 3. Intinya ketahui terlebih dahulu basis dan jenis transistornya.

Catatan:

  • Transistor NPN: Kaki basis berpasangan dengan probe hitam, kaki emitor dan kolektor berpasangan dengan probe merah maka jarum bergerak. Sementara itu, apabila dibalik kaki basis pada probe merah, kaki emitor dan kolektor probe hitam maka jarum tidak bergerak.
  • Transistor PNP: Kaki basis berpasangan dengan probe merah, kaki emitor dan kolektor berpasangan dengan probe hitam maka jarum bergerak. Sementara itu, apabila dibalik kaki basis pada probe hitam, kaki emitor dan kolektor probe merah maka jarum tidak bergerak.

Baca Juga: Transistor: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja

2. Menentukan Emitor (E) dan Kolektor (C)

Setelah sebelumnya sudah diketahui letak basis berada di kaki yang mana dan juga jenis transistornya. Kemudian, lanjut untuk mencari emitor dan kolektornya. Cara yang digunakan adalah membuat transistor seolah-olah seperti saklar. Oke, langsung saja, berikut adalah cara menentukan emitor dan kolektor menggunakan multimeter.

1) Setting multimeter ke Ohm meter (mengukur hambatan) dan atur pada skala x10k Ohm.

2) Pasang probe selain pada basis. Misalnya sudah diketahui jika basis berada di kaki 1 dan jenis transistornya PNP maka probe hanya dipasang di kaki 2 dan 3.

3) Pasang probe merah ke kaki 2 dan probe hitam ke kaki 3. Kemudian, karena jenis transistor PNP maka sentuh probe merah dan basis (kaki 1) menggunakan jari. Jika jarum tidak bergerak atau bergerak hanya sedikit maka ganti ke kaki yang lain.

4) Pasang probe hitam ke kaki 2 dan probe merah ke kaki 3. Sentuh probe merah dan basis (kaki 1) menggunakan jari. Setelah itu, amati jarum mulimeter. Apabila jarum bergerak jauh dibandingkan uji coba yang pertama maka kerena PNP kaki kolektor terletak pada probe merah (kaki 3) saat jarum bergerak jauh, sedangkan emitor terletak pada probe hitam (kaki 2). Jadi, B pada kaki 1, E kaki 2, dan C kaki 3.

Bagaimana jika transistornya berjenis NPN? Caranya hampir sama, perbedaanya hanya jika NPN maka yang diesentuh jari adalah basis dan probe hitam, dan dimana ketika posisi jarum bergerak paling jauh maka yang probe hitam adalah kolektor.