Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kuat Arus dan Beda Potensial

A. Arus Listrik

Arus listrik merupakan aliran muatan-muatan listrik. Arus listrik terjadi karena adanya beda potensial. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah. Besarnya kuat arus yang mengalir adalah I dan satuan yang digunakan dalam pengukuran adalah ampere (A).

Besar atau kuat arus dapat diukur menggunakan ampere meter, tang ampere, dan juga multimeter. Untuk mengukur arus searah (DC) harus memperhatikan terminal positif (warna merah) dan terminal negatif (warna hitam), sedangkan untuk mengukur arus bolak-balik harus menggunakan terminal yang bertanda AC. Untuk mengukur kuat arus listrik, alat ukur harus dipasang seri.

(Gambar : contoh mengukur arus listrik menggunakan multimeter)

Langkah-langkah yang harus diperhatikan ketikan menggunakan alat ukur multimeter, untuk mengukur kuat arus listrik:

  1. Pastikan dahulu listrik yang diukur DC atau AC.
  2. Putar selektor sesuai dengan sumber arus listrik yang akan diukur. Jika AC putar selektor ke AC dan jika DC putar selektor ke DC.
  3. Bila tidak diketahui pasti kuat arus listriknya, putarlah selektor ke setelan maksimal.
  4. Pasang probe secara seri.
  5. Baca dan catat hasil pengukuran.

Rumus yang digunakan untuk mengukur kuat arus menggunakan multimeter.

Multimeter berbeda-beda jenisnya dan tergantung merk. Sering kali, yang ada di pasaran hanya diperuntukan untuk mengukur arus listrik DC, itupun dengan batas ukur arus listrik yang tidak besar. Jadi, jika ingin mengukur arus menggunakan mulitimeter, telitilah dahulu spesifikasinya.

Jika ingin mengukur arus listrik dengan alat yang lebih spesifik untuk mengukur arus listrik. Kalian dapat menggunakan ampere meter DC atau ampere meter AC. Untuk mengukur arus listrik AC, bisa juga menggunakan tang ampere.


B. Beda Potensial

Beda potensial atau biasa kita menyebutnya dengan tegangan listrik, dinyatakan dengan satuan Volt (V). Beda potensial dapat diukur menggunakan multimeter atau volt meter yang dihubungkan secara pararel.

(Gambar : contoh mengukur tegangan listrik menggunakan multimeter)

Langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk mengukur beda potensial atau tegangan listrik menggunakan alat ukur multimeter:

  1. Pastikan dahulu listrik yang diukur, DC atau AC.
  2. Putar selektor sesuai dengan tegangan listrik yang akan diukur. Jika AC putar selektor ke AC dan jika DC putar selektor ke DC.
  3. Bila tidak diketahui pasti besar tegangan listrik yang akan diukur, maka putarlah selektor ke setelan maksimal.
  4. Pasang probe secara pararel.
  5. Baca dan catat hasil pengukuran.

Rumus yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik menggunakan multimeter.

 

Ingat! Ketika menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan listrik, terutama dengan tegangan yang tinggi, jangan lalai atau ceroboh. Supaya terhindar dari kejadian buruk atau kejadian yang tidak diinginkan.