Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Konduktor dan Isolator beserta Contohnya

A. Konduktor

Konduktor adalah zat atau bahan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Ini terjadi karena bahan-bahan konduktor memiliki nilai hambatan yang kecil.

Contoh bahan koduktor antara lain:

  • Besi
  • Alumunium
  • Wolfram
  • Tembaga
  • Seng
  • Perak
  • Emas

Kawat penghantar yang dialiri arus listrik akan memberikan hambatan (perlawanan) terhadap arus yang mengalir. Besarnya hambatan kawat penghantar tergantung pada tiga faktor, yaitu panjang kawat, luas penampang, dan jenis bahan kawat. Penjelasannya seperti berikut:

  1. Besarnya hambatan listrik kawat penghantar sebanding dengan hambatan jenis bahan kawat penghantar. Artinya, jika bahan kawat memiliki nilai hambatan yang besar maka hambatan untuk arus listrik besar juga.
  2. Besarnya hambatan listrik kawat penghantar sebanding dengan panjang kawat penghantar. Artinya, semakin panjang kawat penghantar maka semakin besar juga hambatan untuk arus listriknnya.
  3. Besarnya hambatan listrik kawat penghantar berbanding terbalik dengan luas penampang kawat penghantar. Artinya, semakin luas penampang atau semakin tebal kawat penghantar maka nilai hambatannya akan semakin kecil.

Dari ketiga faktor di atas jika ditulis dalam bentuk matematika maka akan seperti berikut:

Keterangan:

  • R = hambatan kawat penghantar (Ω)
  • ρ = hambatan jenis kawat penghantar (Ωm)
  • l = panjang kawat penghantar (m)
  • A = luas penampang penghantar (m²)

B. Isolator

Isolator adalah zat atau bahan yang sulit atau tidak dapat menghantarkan arus listrik. Hal ini terjadi karena bahan isolator memiliki nilai hambatan yang sangat besar.

Contoh bahan isolator antara lain:

  • Karet
  • Kaca
  • Mika
  • Ebonite
  • Kayu
  • Plastik
  • Porselin

Dalam dunia kelistrikan, pemilihan isolator yang tepat untuk sebuah alat elektronik memiliki peranan yang juga penting. Karena pemilihan isoalator yang benar berpengaruh pada safety alat elektronik tersebut.