Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sifat Kimia dan Sifat Fisika

Suatu zat memiliki sifat kimia maupun sifat fisika. Lalu, apa yang dimaksud dengan kedua sifat tersebut? Berikut ini penjelasannya.

A. Sifat Kimia

Sifat kimia suatu zat mencakup susunan unsur dalam suatu zat. Sifat kimia suatu zat adalah sifat zat yang berhubungan dengan reaksi kimia zat tersebut dengan zat lain membentuk zat baru.

(Contoh sifat kimia)

Sifat kimia zat, antara lain mudah tidaknya berkarat, Ph (tingkat keasaman), mudah tidaknya terbakar, bereaksi dengan air, beracun atau mudah tidaknya proses pembusukan. Berikut penjelasan sifat kimia:

  1. Pembusukan: dapat kita amati pada makanan atau minuman yang sudah kadaluarsa, sehingga mengakibatkan timbulnya rasa asam dan tidak enak pada makanan atau minuman tersebut.
  2. pH (power of hydrogen): yaitu sifat yang menyatakan derajat keasaman suatu zat. pH suatu zat bernilai antara 0 sampai dengan 14. Zat yang bersifat masam, nilai pH nya kurang dari 7. Air merupakan zat netral karena memiliki pH 7, sedangkan zat yang nilai pH nya lebih dari 7 disebut basa.
  3. Perkaratan: merupakan pembentukan oksida suatu zat. Contohnya, seperti besi yang mudah berkarat sedangkan logam lain tidak.
  4. Mudah Terbakar: merupakan sifat kimia zat, ada zat yang mudah terbakar seperti gas LPG dan bensin. Sedangkan zat lain, seperti air dan batu tidak mudah terbakar.
  5. Beracun: sifat ini juga termasuk dalam sifat kimia. Zat ada yang beracun ada juga yang tidak.

Baca Juga: Kalor

B. Sifat Fisika

Adalah sifat zat yang berkaitan dengan penampilan dan kedaan fisik benda tersebut. Sifat fisik dapat ditinjau dari segi jumlah dan kualitas. Dari segi jumlah misalnya, berdasarkan massa, volume, panjang, lebar, dan ketebalan. Sifat-sifat tersebut dapat kita sebut dengan sifat Ekstensif.

(Contoh sifat fisika)

Sedangkan sifat benda yang tidak tergantung jumlahnya, misalnya warna, aroma, wujud, massa jenis, dan rasa. Disebut sifat Intensif. Sifat fisika zat antara lain :

  1. Wujud: suatu zat dapat berwujud padat, cair, dan gas
  2. Bau Atau Aroma: setiap zat memiliki aroma yang berbeda-beda ada yang harum, anyir, busuk, dan sebagainya
  3. Warna: ada berbagai warna yang terdapat pada setiap zat seperti merah, putih, hitam, dan sebagainya.
  4. Kekerasan: kekerasan merupakan daya tahan suatu zat terhadap benturan. Contohnya, baja bersifat keras dan tahan benturan, sedangkan kaca bersifat rapuh tidak tahan terhadap benturan
  5. Massa Jenis: setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda-beda. Artinya, meskipun volumenya sama, tetapi massanya tidak sama. Contoh, massa satu liter air tidak sama dengan massa satu liter bensin.
  6. Titik Didih: titik didih adalah suhu zat pada waktu mendidih dan setiap zat titik didihnya berbeda-beda. Contoh, titik didih raksa dan titik didih alkohol.
  7. Kemagnetan: besi dapat ditarik dengan kuat oleh magnet, sedangkan tembaga tidak maka sifat kemagnetan antara besi dan tembaga tidak sama.
  8. Larutan dan Kelarutan: dalam suatu larutan selalu ada zat terlarut (solut) dan zat pelarut (solven). Biasanya, jumlah zat untuk melarutkan dinamakan kelarutan. Air memiliki kelarutan yang sangat besar karena mudah melarutkan.
  9. Pengahantar Listrik: benda yang dapat menghatarkan listrik disebut konduktor dan yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator.