Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Orion dan Misi Artemis - Eksplorasi Ruang Angkasa Lebih Dalam

Pesawat ruang angkasa Artemis 1 Orion NASA berhasil kembali ke Bumi pada hari Minggu (11 Desember) setelah hampir 26 hari menjalankan misi untuk mengorbit Bulan. Kapsul Orion jatuh di Samudra Pasifik setelah sebelumnya mengalami peningkatan suhu luar biasa yang mendekati 5.000 derajat Fahrenheit pada saat di atmosfer bumi. Kapsul turun secara diperlambat oleh parasut.

Orion Spacecraft
(Image Credit: NASA)

Misi ini adalah uji terbang terintegrasi pertama dari pesawat ruang angkasa Orion dan roket Space Launch System (SLS). Artemis 1 berhasil diluncurkan dari Kennedy Space Center pada tanggal 16 November 2022. Karena ini adalah pengujian maka tidak ada orang atau awak yang naik, tapi itu akan berubah untuk penerbangan berikutnya.

NASA merencanakan misi yang lebih kompleks dengan Orion. Ini kemungkinan akan dimulai paling cepat pada akhir 2024, yaitu upaya untuk mengembalikan manusia ke permukaan bulan. Di mana ini terakhir dicapai tepat 50 tahun yang lalu oleh awak Apollo 17. Klaim dari Amerika menyatakan bahwa Orion adalah bukti Amerika masih yang terdepan untuk teknologi pesawat luar angksa dan belum terkalahkan oleh siapa pun.

Baca Juga: Airbus Mengembangkan Pesawat Hidrogen Tanpa Emisi untuk Komersial

Pesawat Luar Angkasa Orion NASA

Orion Spacecraft adalah pesawat ruang angkasa NASA yang akan membawa manusia jauh ke luar angkasa. Tidak ada pesawat ruang angkasa lain dalam pengembangan yang memiliki teknologi yang dibutuhkan untuk kedalaman luar angkasa yang ekstrem, seperti penyangga kehidupan, navigasi, komunikasi, pelindung radiasi, dan pelindung panas terbesar di dunia yang akan melindungi astronot dan membantu mereka pulang dengan selamat.

Lockheed Martin adalah kontraktor utama yang membangun Orion. Di mana dalam tahap produksi dan telah menyelesaikan kontrak untuk enam misi pesawat ruang angkasa Orion, dari kemampuan total 12. Pesawat ruang angkasa pertama yang diserahkan pada kontrak ini, Artemis III, akan membawa wanita pertama dan pria ke permukaan Bulan.

Orion Spacecraft
(Image Credit: NASA)

Orion adalah bagian penting dari program Artemis agensi untuk membangun kehadiran yang berkelanjutan manusia di permukaan bulan dan juga untuk mempersiapkan manusia pindah ke Mars. Orion Spacecraft adalah satu-satunya pesawat ruang angkasa kelas eksplorasi untuk membawa manusia lebih dalam ke luar angkasa daripada sebelumnya. Berikut adalah teknologi yang disematkan di dalamnya:

  • Sistem Pendukung Kehidupan: Kontrol lingkungan canggih dan sistem pendukung kehidupan yang dirancang untuk misi jangka panjang menjaga kru tetap aman dan sehat.
  • Proteksi Radiasi: Diperlukan untuk melindungi kru dan sistem pesawat ruang angkasa dari radiasi kosmik dan matahari yang terlihat di luar angkasa.
  • Heat Shield: Dirancang untuk menahan suhu ekstrem 5.000° F saat kembali dari Bulan dengan kecepatan 24.700 mph, sekaligus menjaga kru tetap aman dan nyaman.
  • Sistem Propulsi: Modul servis memiliki 33 mesin, termasuk mesin utamanya yang besar yang digunakan untuk menghasilkan manuver ruang angkasa yang dalam dan berdaya tinggi.
  • Komunikasi & Navigasi Luar Angkasa: Sistem unik yang dirancang khusus untuk perjalanan luar angkasa lebih dalam. Ini sangat diperlukan karena kemana pun Orion pergi, tidak ada GPS atau satelit komunikasi.
  • Redundansi: Ketika kembali ke Bumi dengan cepat bukanlah suatu pilihan, sistem redundan akan memastikan bahwa elemen penting seperti komputer tetap dapat dioperasikan jika terjadi kesalahan.

Apa itu Artemis?

Artemis
(Image Credit: NASA)

Dengan misi Artemis, NASA akan mendaratkan wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama di Bulan, menggunakan teknologi inovatif untuk menjelajahi lebih banyak permukaan bulan daripada sebelumnya. NASA akan berkolaborasi dengan mitra komersial dan internasional untuk membangun kehadiran manusia-robot jangka panjang pertama di dan sekitar Bulan. Kemudian, hasilnya akan diggunakan atau dipelajari untuk selanjutnya melakukan lompatan yang lebih besar, yaitu mengirim astronot pertama ke Mars.

Mengapa Pergi ke Bulan?

Berikut adalah beberapa keuntungan menurut NASA dengan adanya misi Artemis:

  • Tunjukkan teknologi, kemampuan, dan pendekatan bisnis baru yang diperlukan untuk eksplorasi masa depan termasuk Mars.
  • Pelajari Bulan untuk mempelajari lebih lanjut tentang asal-usul dan sejarah Bumi, Bulan, dan tata surya kita.
  • Membangun kepemimpinan Amerika dan kehadiran strategis di Bulan sambil memperluas dampak ekonomi global AS.
  • Memperluas kemitraan komersial dan internasional.
  • Menginspirasi generasi baru dan mendorong karier di STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)

Dari mana Asal Nama Artemis?

Artemis adalah saudara kembar Apollo dan dewi Bulan dalam mitologi Yunani. Sekarang, dia mempersonifikasikan jalan kita ke Bulan sebagai nama upaya NASA untuk mengembalikan astronot dan gelombang baru muatan sains dan demonstrasi teknologi ke permukaan bulan. Saat mereka mendarat, astronot Amerika akan menginjakkan kaki di tempat yang belum pernah dikunjungi manusia sebelumnya, yaitu Kutub Selatan Bulan.